<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Isa Almasih adalah . . . .</title>
	<atom:link href="http://isaalmasihadalah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com</link>
	<description>jalan, kebenaran dan hidup serta penuh anugrah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Dec 2009 15:56:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='isaalmasihadalah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Isa Almasih adalah . . . .</title>
		<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://isaalmasihadalah.wordpress.com/osd.xml" title="Isa Almasih adalah . . . ." />
	<atom:link rel='hub' href='http://isaalmasihadalah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Siaran Al Hayat</title>
		<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/12/12/siaran-al-hayat/</link>
		<comments>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/12/12/siaran-al-hayat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 06:43:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isaalmasihadalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isaalmasihadalah.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[PINDAH KE : www.siaranalhayat.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=66&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PINDAH KE :</p>
<p><a href="http://www.siaranalhayat.com">www.siaranalhayat.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=66&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/12/12/siaran-al-hayat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6fb2785bc60d89bc54d2cd6a5da93251?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isaalmasihadalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebenaran itu Hidup</title>
		<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/kebenaran-itu-hidup/</link>
		<comments>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/kebenaran-itu-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 01:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isaalmasihadalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isaalmasihadalah.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Kebenaran bukanlah sebuah abstraksi sebuah fakta, tetapi kebenaran itu hidup di dalam seorang Pribadi. Almasih mengatakan, “Akulah Kebenaran”. Hal ini berarti bahwa kebenaran itu hidup dan relasional. Kebenaran itu mengasihi dan memberikan hidupnhya. Kebenaran itu transformative dan mendamaikan. Kebenaran itu adalah kasih dan segala sesuatu yang tidak mengasihi dan membenci kehidupan ini sebenarnya bukanlah kebenaran. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=26&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebenaran bukanlah sebuah abstraksi sebuah fakta, tetapi kebenaran itu hidup di dalam seorang Pribadi. Almasih mengatakan, “Akulah Kebenaran”. Hal ini berarti bahwa kebenaran itu hidup dan relasional. Kebenaran itu mengasihi dan memberikan hidupnhya. Kebenaran itu transformative dan mendamaikan. Kebenaran itu adalah kasih dan segala sesuatu yang tidak mengasihi dan membenci kehidupan ini sebenarnya bukanlah kebenaran.</p>
<p>Kebenaran berakar dari iman. Iman adalah sebuah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, dan iman itu adalah kepada Allah. Dan tanpa iman tidak mungkin orang mengenal Allah.</p>
<p>Tanpa kesadaran akan keberdosaannya. Tanpa kesadaraan kebangkrutan hidupnya (di dalam dosa, tanpa Allah), tidak mungkin orang bisa mengalami anugrah dan kebenaran Allah. Respon kita terhadap kesadaran diri kita (yang berdosa) dan betapa agungnya anugrah dan kebenaran Allah melahirkan iman. Karya Almasih, kabar sukacita Almasih merupakan perwujudan yang sempurna kasih dan anugrah Allah bagi orang berdosa.</p>
<p>Seperti Almasih yang disalib, mati dan bangkit adalah Almasih yang hidup, yang bangkit dari kematian. Demikianlah kita semua bisa mengalami kebenaran dan kehidupan Almasih karena relasi yang dipulihkan melalui karyanya yang sempurna bagi kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=26&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/kebenaran-itu-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6fb2785bc60d89bc54d2cd6a5da93251?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isaalmasihadalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebenaran Relasional (2)</title>
		<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/kebenaran-relasional-2/</link>
		<comments>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/kebenaran-relasional-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 00:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isaalmasihadalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isaalmasihadalah.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Para akademisi mencari kebenaran obyektif melalui tindakan pengamatan terhadap sebuah obyek penelitian sebagai pihak diluar sistem obyek tersebut. Tujuannya adalah untuk menemukan sebuah kebenaran mutlak. Bagaimanapun juga ilmu pengetahuan mempunyai keterbatasan bahwa kita tidak dapat menjadi seorang pengamat yang netral sebab pengamatan kita tidaklah bebas nilai, sehingga akan mempengaruhi sebuah hasil. Hal ini menjadi lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=24&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para akademisi mencari kebenaran obyektif melalui tindakan pengamatan terhadap sebuah obyek penelitian sebagai pihak diluar sistem obyek tersebut. Tujuannya adalah untuk menemukan sebuah kebenaran mutlak. Bagaimanapun juga ilmu pengetahuan mempunyai keterbatasan bahwa kita tidak dapat menjadi seorang pengamat yang netral sebab pengamatan kita tidaklah bebas nilai, sehingga akan mempengaruhi sebuah hasil.</p>
<p>Hal ini menjadi lebih nyata lagi di dalam sebuah hubungan: Anda tidak dapat sunguh-sungguh memahami dan mengenal orang lain kecuali Anda masuk di dalam kehidupannya. Hal ini sangat tidak mungkin untuk sungguh-sungguh mengenal orang lain, tanpa mengasihi mereka. Kebenaran tidak dapat dipisahkan dari kasih.</p>
<p>Usaha untuk membuktikan siapa yang lebih benar  (dan siapa yang salah), akan memunculkan konflik. Di dalam sebuah hubungan seperti ini, maka pendekatan yang dipakai untuk mendapatkan kebenaran melalui dialektika kebenaran seperti diatas akan tidak berguna, malah justru memunculkan tuduhan-tuduhan dan pertengkaran. Sebaliknya justru memahami, menerima orang lain apa adanya dalam konteks yang relasional akan memunculkan rekonsili dan sikap saling mengerti.</p>
<p>Kita adalah manusia yang relasional, kita membutuhkan kebenaran yang relasional. Ketika kebenaran yang bersifat relasional itu digantikan oleh (hanya) sebuah proposisi tentang kebenaran maka kebenaran itu tidak menjadi sesuatu yang hidup dan tidak ada hubungannya dengan konteks relasi yang ada. Ada perbedaan antara “right” dengan “righteous”; “righteousness” tidak berfokus kepada diri sendiri, tetapi berfokus kepada orang lain. Hidup di dalam kebenaran selalu bersifat relasional, memberikan dampak kebaikan bagi kehidupan orang lain.</p>
<p>Pendekatan relasional yang dipakai bukanlah pendekatan yang relatif. Di dalam sebuah relasi,  kita setiap orang menyadari apa yang kita lakukan, dan apabila kita peduli terhadap seseorang, maka sebenarnya kita mempunyai kesungguhan di dalam hubungan hubungan tersebut, sehingga sewajarnya kita peduli terhadap persepsi dan perasaanya, lebih dari hanya sekedar bahwa apa yang kita kerjakan itu hal yang benar. Jadi memang ada perbedaan antara menjadi benar dan hidup di dalam kebenaran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=24&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/kebenaran-relasional-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6fb2785bc60d89bc54d2cd6a5da93251?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isaalmasihadalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebenaran Relasional</title>
		<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/kebenaran-relasional/</link>
		<comments>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/kebenaran-relasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 00:35:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isaalmasihadalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isaalmasihadalah.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Isa Almasih mengatakan, “Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa jikalau tidak melalui Aku.” Kebenaran itu mejadi bagian yang tidak terpisahkan dari diriNya. Dia yang adalah kebenaran itu menjadi dasar persekutuan kita dengan Bapa. Kita boleh mengalami kebenaran karena relasi kita dengan Sang Kebenaran. Kita diberi anugrah mengalami kebenaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=22&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Isa Almasih mengatakan, “Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa jikalau tidak melalui Aku.” Kebenaran itu mejadi bagian yang tidak terpisahkan dari diriNya. Dia yang adalah kebenaran itu menjadi dasar persekutuan kita dengan Bapa. Kita boleh mengalami kebenaran karena relasi kita dengan Sang Kebenaran. Kita diberi anugrah mengalami kebenaran yang relasional, sebagai akibat dari kebenaran yang diberikan/dianugrahkan kepada kita.</p>
<p>Pertanyaan tentang kebenaran adalah untuk menjawab siapa kebenaran tersebut. Almasih dengan tegas menyatakan Akulah Kebenaran. Ketika Almasih mengatakan bahwa diriNya lah kebenaran yang sejati, maka kebenaran itu ekslusif miliknya. Saya bisa mengalami kebenaran itu jikalau Isa Almasih sendiri menganugrahkan kebenaran tersebut kepada kita, kebenaranNya menjadi milik kita.</p>
<p>Kebenaran yang kita alami adalah karena adanya sebuah relasi kita dengan Sang Kebenaran, inilah yang dimaksud dengan kebenaran relasional. Sudah jelas, bahwa kebenaran yang demikian adalah kebenaran yang bersifat “personal”, kebenaran yang hidup, bukan kebenaran yang mati. Sebaliknya kebenaran diluar itu adalah kebenaran yang “impersonal”.</p>
<p>Relasi kita dengan sesuatu yang impersonal bersifat sementara, karena segala sesuatunya akan tinggal lenyap dan terbatas. Tetapi relasi kita dengan persona Allah (yang kekal) yang mengasihi kita mampu mengatasi ruang dan waktu.</p>
<p>Jikalau saya bersandar usaha sendiri, diluar kebenaran karena anugrah, apakah saya mampu? Jelas saya tidak mampu. Kesadaran akan kejatuhan manusia di dalam dosa, merupakan sebuah hal yang mendasar untuk kita bisa menerima fakta kefanaan manusia. Apakah yang bisa kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah yang suci dan mulia?  Sejatinya tidak ada.</p>
<p>Kecuali kita terikat erat dengan anugrah dan kebenaranNya di dalam Isa Almasih. Supaya kita semua mengalami kasih karunia demi kasih karuniaNya, kebenaran demi kebenaranNya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=22&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/kebenaran-relasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6fb2785bc60d89bc54d2cd6a5da93251?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isaalmasihadalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapakah Kebenaran?</title>
		<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/siapakah-kebenaran/</link>
		<comments>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/siapakah-kebenaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 00:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isaalmasihadalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anugrah]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isaalmasihadalah.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Ketika pertanyaannya adalah “siapa”,  maka jawabannya adalah mengarah kepada seorang pribadi. Wacana kebenaran tersebar luas di dalam berbagai pandangan, namun sebuah revolusi terjadi ketika kebenaran itu mewujud di dalam seorang pribadi yang agung dan mulia, Isa Almasih. Ketika kebenaran adalah di dalam Isa Almasih, bagaimana saya bisa mengalami kebenaran tersebut? Terdapat dua istilah yang menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=20&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika pertanyaannya adalah “siapa”,  maka jawabannya adalah mengarah kepada seorang pribadi.</p>
<p>Wacana kebenaran tersebar luas di dalam berbagai pandangan, namun sebuah revolusi terjadi ketika kebenaran itu mewujud di dalam seorang pribadi yang agung dan mulia, Isa Almasih. Ketika kebenaran adalah di dalam Isa Almasih, bagaimana saya bisa mengalami kebenaran tersebut?</p>
<p>Terdapat dua istilah yang menjadi dasar di dalam membicarakan kebenaran, yaitu kebenaran karena usaha manusia sendiri, dan kebenaran yang berasal bukan dari diri kita, tetapi kebenaran yang diberikan/dianugrahkan (berdasarkan kepercayaan) kepada kita.</p>
<p>Seseorang mendapat upah berdasarkan apa yang dia usahakan, apa yang dia tuai adalah hasil dari apa yang dia tabur. Ketika ada aksi maka ada reaksi. Semua hukum yang berlaku di seluruh dunia menyetujui hal ini. Kemudian pertanyaan yang mengikutinya adalah, apakah ada orang menjadi “benar” ketika dia mendasarkan kebenarannya berdasarkan apa yang dia usahakan?</p>
<p>“Tidak ada yang benar, seorang pun tidak”, demikianlah kitab Roma menyebutkan. Jadi bagaimana saya boleh mengalami kebenaran itu, jikalau tidak ada seorang pun benar. Apakah dengan segala hukum saya akan mengalami kebenaran, atau justru saya semakin menyadarkan saya bahwa di dalam banyak hukum terdapat banyak pelanggaran?</p>
<p>Tetapi syukur kepada Allah, kebenaran itu adalah Isa Almasih, Sang Kebenaran telah menyatakan dirinya, supaya manusia mengenal kebenaran. Dan Sang Kebenaran itu hidup, dia tidak tergantung kepada usaha dan perbuatan manusia untuk kita bisa menenalnya, kecuali Sang Kebenaran itu berkasih karunia menyatakan diriNya kepada kita, oleh anugrahNya yang ajaib.</p>
<p>Mengalami kebenaran adalah mengalami Almasih. Itulah misteri yang dicari sepanjang zaman, yang telah diungkapkan kepada kita semua, tetapi manusia lebih menyukai kebenarannya sendiri dibandingkan kebenaran Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=20&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/siapakah-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6fb2785bc60d89bc54d2cd6a5da93251?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isaalmasihadalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Kebenaran (2)</title>
		<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/sang-kebenaran-2/</link>
		<comments>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/sang-kebenaran-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 00:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isaalmasihadalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[Hakekat]]></category>
		<category><![CDATA[Otoritas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isaalmasihadalah.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Apakah itu kebenaran? Sebuah ungkapan yang keluar dari mulut Pontius Pilatus ketika berhadapan dengan Sang Kebenaran. Pertanyaan tersebut bagi dia sepertinya sebuah pertanyaan yang asing, bagi dia kebenaran adalah setiap kuasa yang dapat dia gunakan, yang adalah penentu utama sebuah kebenaran. Perkataan tersebut dengan jelas menggambarkan kebingungan Pontius Pilatus ketika dia menanyakan apa makna kebenaran? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=18&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah itu kebenaran? Sebuah ungkapan yang keluar dari mulut Pontius Pilatus ketika berhadapan dengan Sang Kebenaran. Pertanyaan tersebut bagi dia sepertinya sebuah pertanyaan yang asing, bagi dia kebenaran adalah setiap kuasa yang dapat dia gunakan, yang adalah penentu utama sebuah kebenaran. Perkataan tersebut dengan jelas menggambarkan kebingungan Pontius Pilatus ketika dia menanyakan apa makna kebenaran?</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa inilah yang menjadi sumber pertanyaan dari masa ke masa, pencarian tentang hakekat kebenaran.</p>
<p>Sebuah pernyataan yang menarik keluar dari mulut Isa Almasih, ketika dia menyatakan Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Kebenaran itu adalah Dia. Kebenaran mewujud di dalam seorang pribadi, kebenaran itu menjejak kakinya di bumi ini, kebenaran itu menunjukkan kuasa dan kemuliaannya kepada manusia, dan kebenaran itu membungkam semua otoritas (kebenaran) yang ada, tetapi juga kebenaran itu dipertanyakan oleh manusia.</p>
<p>Ketika kebenaran adalah Isa Almasih, maka pertanyaannya bukanlah “apa”, jadi dengan tepat Pontius Pilatus tidak akan pernah mendapat jawaban yang sebenarnya. Karena pertanyaannya adalah “siapa”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=18&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/26/sang-kebenaran-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6fb2785bc60d89bc54d2cd6a5da93251?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isaalmasihadalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Kebenaran (1)</title>
		<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/25/sang-kebenaran-1/</link>
		<comments>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/25/sang-kebenaran-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 23:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isaalmasihadalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[Almasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/25/sang-kebenaran-1/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Isa Almasih menyatakan di dalam Yohanes 14:6,”Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup”, maka wacana tentang kebenaran mempunyai dimensi yang berbeda, kebenaran itu adalah pribadi Isa Almasih. Pertanyaan selama ini ketika kita berbicara kebenaran, selalu bermula dengan kalimat tanya, “Apa itu kebenaran?”, seperti halnya Pontius Pilatus mengungkapkan sebuah kalimat retoris, “Apakah itu kebenaran?”. Dan sepertinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=3&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Isa Almasih menyatakan di dalam Yohanes 14:6,”Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup”, maka wacana tentang kebenaran mempunyai dimensi yang berbeda, kebenaran itu adalah pribadi Isa Almasih.</p>
<p>Pertanyaan selama ini ketika kita berbicara kebenaran, selalu bermula dengan kalimat tanya, “Apa itu kebenaran?”, seperti halnya Pontius Pilatus mengungkapkan sebuah kalimat retoris, “Apakah itu kebenaran?”. Dan sepertinya penulis kisah Injil tidak memberikan uraian lebih lanjut mengenai pertanyaan Pontius Pilatus tersebut.</p>
<p>Ketika Almasih menyatakan dirinya bahwa dirinyalah Sang Kebenaran, maka sebenarnya pertanyaan yang relevan ketika berwacana tentang kebenaran adalah “Siapa (Sang) Kebenaran?”. Ketika kebenaran itu terwujud di dalam pribadi Kristus, maka kebenaran itu bersifat personal. Dan kita tidak menanyakan sesuatu yang bersifat personal dengan pertanyaan “apa”, tetapi “siapa”.</p>
<p>Pertanyaan yang menggunakan kata tanya “Apa” rasanya tidak tepat digunakan untuk mendapatkan penjelasan tentang seorang pribadi. Pertanyaan dengan menggunakan kata tanya “Apa”, sangatlah cocok dipasangkan pada sesuatu yang impersonal; misalnya benda mati, binatang, kata kerja, kata sifat, dsb. Namun pertanyaan yang menggunakan kata tanya “Siapa”, akan selalu berkaitan dengan sesuatu yang bersifat personal, yang menunjuk kepada seorang yang berpribadi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=3&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/25/sang-kebenaran-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6fb2785bc60d89bc54d2cd6a5da93251?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isaalmasihadalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/24/hello-world/</link>
		<comments>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 08:44:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isaalmasihadalah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=1&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isaalmasihadalah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isaalmasihadalah.wordpress.com&amp;blog=9631212&amp;post=1&amp;subd=isaalmasihadalah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isaalmasihadalah.wordpress.com/2009/09/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6fb2785bc60d89bc54d2cd6a5da93251?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">isaalmasihadalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
